SISTEM ALAT PENDINGIN AC

Posted: Maret 15, 2011 in Uncategorized

Sistem Pendingin Air Conditioner (AC) merupakan :suatu komponen/peralatan yang dipergunakan untuk mengatur suhu, sirkulasi, kelembaban dan kebersihan udara didalam ruangan.

Air Conditioner AC) mempertahankan kondisi udara baik suhu dan kelembabannya agar nyaman dengan cara sebagai berikut :

v) Pada saat suhu ruangan tinggi AC akan mengambil panas dari udara  sehingga suhu ruangan turun, dan sebaliknya ketika suhu ruangan rendah AC akan memberikan panas ke udara sehingga suhu udara akan naik.

v) Bersamaan dengan itu kelembaban udara juga dikurangi sehingga kelembaban udara dipertahankan pada tingkat yang nyaman. Fungsi Sistem AC Sistem Air Conditioner ( AC ) digunakan untuk membuat temperatur udara di dalam suatu ruangan menjadi nyaman. Apabila suhu pada suatu ruangan terasa panas maka udara panas ini diserap sehingga temperaturnya menurun. Apabila udara dalam ruangan lembab maka kelembaban akan dikurangi sehingga udara dipertahankan pada tingkat yang menyenangkan. Udara lembab pada kendaraan menyebabkan kondensasi yang dapat menghalangi pandangan. Dengan menghidupkan sistem AC maka kondensasi ini dapat dihilangkan, karena udara yang dikeluarkan dari sistem AC adalah udara kering. Selain itu udaranya bersih karena sudah melewati sistem penyaringan.

Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem AC berfungsi untuk :

1. Mendinginkan udara.

 2. Mereduksi tingkat kelembaban udara.

3. Mensirkulasi udara.

4. Membersihkan udara.

Gangguan Pada Siklus Refrigeran .

Refrigeran yang dipakai pada unit refrigerasi dan AC berfungsi :sebagai media penukar kalor. Efek pendinginan yang diperoleh tergantung dari jumlah isi refrigeran yang ada di dalam sistemnya, setting, dan kondisi saluran yang dilewatinya serta kondisi sekitarnya.

1.Over Charge Gejala yang dapat ditimbulkan :

* Tekanan discharge dan tekanan suction di atas normal.

* Pada saluran suction timbul bunga es.

* Efek pendinginan kurang.

2.Under Charge Gejala yang dapat ditimbulkan :

* Tekanan discharge dan tekanan suction di bawah normal.

* Kompressor bekerja terus menerus dan arus motor kompressor di bawah normal.

* Efek pendinginan kurang.

3.Bocor/Leaking Gejala yang ditimbulkan :

hampir sama dengan under charge. Untuk membedakannya perlu dilakukan tes kebocoran dengan menggunakan alat detector kebocoran atau menggunakan cara tradisional yaitu air sabun.

4.Buntu/Kotor (tersumbat) Saluran yang rawan buntu atau tersumbat oleh endapan lumpur/kerak adalah : katup ekspansi dan filter,Gejala yang timbul :

tekanan suction cenderung vacuum, walaupun refrigeran charge terus ditambah. Under Condensing Bila tekanan discharge di atas normal, maka dapat disebabkan karena kondensernya kotor atau kurang pendinginan.

Untuk mengatasi ini maka dapat dilakukan sebagai berikut :

* Membersihkan kondenser (cleaning).

* Meningkatkan efek pendinginan kondenser dengan jalan :

      – Menaikkan putaran fan kondenser (bila ada).

      – Meningkatkan volume air pendingin kondenser (water cooled).

 Over  Condensing Bila tekanan discharge di bawah normal, maka dapat disebabkan oleh suhu lingkungan mendadak turun atau efek pendinginan kondenser yang terlalu besar, yaitu volume air pendingin terlalu besar (pada water cooled kondenser). Untuk mengatasinya maka perlu mengatur efek pendinginan kondenser yaitu dengan mengatur kecepatan fan dan mengatur volume air pendingin. Bunga Es di Evaporator (Frost) Biasanya evaporator telah dilengkapi degan sistem pencairan bunga es (sistem defrost) yang menumpuk di permukaan coil evaporator. Tetapi bila sistem defrostnya gagal bekerja sehingga terjadi penumpukan bunga es di coil evaporator maka akan dapat menghambat penyerapan panas oleh evaporator. Akibatnya proses evaporasi tidak berjalan dengan maksimal,sehingga masih ada liquid refrigeran yang keluar dari evaporator.

Prinsip Kerja Sistem AC Pada keluaran kompressor refrigeran bersuhu dan bertekanan rendah mengandung panas yang diserap dari evaporator dan panas yang dihasilkan oleh kompressor pada langkah tekan. Gas refrigeran ini mengalir ke kondenser. Didalam kondenser di embunkan menjadi ciran refrigeran bertekanan tinggi. Cairan refrigeran ini mengalir ke filter. Di filter cairan disaring dan disimpan sampai evaporator membutuhkan refrigeran untuk di uapkan. Pipa kapiler merubah cairan refrigeran menjadi bersuhu dan bertekanan rendah dengan bentuk kabut. Refrigeran bersuhu rendah dan berbentuk kabut tersebut mengalir kedalam evaporator. Di evaporator refrigeran menguap dan mengambil panas dari udara hangat yang ilewatkan di evaporator. Seluruh cairan berubah menjadi gas refrigeran didalam evaporator dan gas yang mempunyai panas tersebut mengalir kedalam kompressor. Selanjutnya proses tersebut berulang kembali, berikut gambaran dari prinsip kerja sistem AC.

Dari prinsip kerja diatas kita telah mengerti bagaimana prinsip kerja sistem AC. Selain itu kita juga dapat menjelaskan tentang prinsip kerja sistem AC secara sederhana atau tidak seperti penjelasan yang telah dijelaskan tadi. Prinsip kerjanya seperti berikut :

“Apabila tangan kita dibasahi dengan alkohol maka tangan kita akan terasa dingin. Hal ini disebabkan adanya penguapan pada alkohol. Saat alkohol menguap, sebagian panas dari tangan kita diserap oleh alkohol untuk mempercepat proses penguapan, oleh karena itu tangan kita akan terasa dingin. Kita dapat membuat suatu benda yang menjadi lebih dingin dengan menggunakan gejala alam ini yaitu ketika cairan menguap menyerap panas. Suatu bejana yang memakai kran dimasukkan ke dalam kotak terisolasi. Cairan yang mudah menguap pada temperatur atmosfir dimasukkan ke dalam bejana. Apabila kran dibuka, cairan yang berada di dalam menyerap panas dari udara di dalam kotak, cairan berubah menjadi gas dan bergerak ke luar. Dalam kondisi seperti ini temperatur udara di dalam kotak lebih dingin dari pada sebelum kran dibuka. Dengan cara inilah kita dapat mendinginkan suatu benda.”

 Tetapi pada contoh diatas hanya berlaku sesaat selama cairan yang akan menguap masih tersedia. Bila cairan sudah habis maka proses pendingin berakhir. Untuk itu diperlukan efek pendingin yang menggunakan metode dimana gas dikembalikan menjadi cairan dan selanjutnya kembali menguap menjadi gas.

Cara Kerja Sistem AC : Mula – mula gas refrigeran dihisap oleh kompressor dan ditekan keluar dengan tekanan mencapai ± 15 kg/cm2 dan suhu ± 70 derajat celcius. Gas bertekanan dan suhu tinggi ini dialirkan ke kondensor. Dalam kondensor gas refrigeran mendapat hembusan udara dari kipas pendingin sehingga panas latent yang terkandung didalamnya terbuang, akibatnya gas refrigeran berubah dari gas ke cair. Suhu refrigeran menurun sekitar 50 derajat celcius. Refrigeran dalam bentuk cair ini selanjutnya mengalir menuju filter. Pada filter refrigeran disaring, refrigeran yang sudah disaring selanjutnya akan disemprotkan oleh katup ekspansi sehingga menjadi kabut refrigeran dan dialirkan ke evaporator. Saat berada pada evaporator, refrigeran menyerap panas disekitarnya sehingga proses penguapan gas terjadi lebih cepat. Karena panas pada saluran evaporator diserap oleh refrigeran, maka suhu saluran tersebut menurun. Dengan menghembuskan udara didepan evaporator, maka udara yang bergerak melewati evaporator tersebut suhunya akan turun ( udara menjadi sejuk ). Selanjutnya gas refrigeran kembali dihisap oleh kompressor. Pada katup ekspansi terdapat pipa kapiler yang dihubungkan dengan sebuah tabung peraba panas ( penyensor panas ). Pada pipa kapiler ini terdapat gas yang akan mengatur kerja katup ekspansi sesuai kondisi suhu pada evaporator.

Procedure-procedure Maintenance Dalam Sistem AC

1. Procedure Pump Down Pump Down adalah :

       suatu proses penampungan gas refrigeran yang ada pada outdoor unit,   indoor unit dan pipa-pipa penghubung serta gas yang ada pada sistem lainnya untuk disimpan didalam kompressor yang terdapat pada outdoor unit.

v)) Adapun langkah kerja dari procedure pump down sebagai berikut :

a. Kompressor harus dalam keadaan running.

b. Pasang manifold gauge tekanan rendah (warna biru) pada service valve, lalu perhatikan tekanan gas yang ada.

c. Tutup valve pada discharge line (pipa kecil) dengan diputar searah jarum jam sampai rapat dengan menggunakan kunci L, dengan demikian maka jarum pada manifold gauge akan bergerak turun ke angka nol.

d. Seiring dengan bergeraknya jarum manifold gauge, valve pada section line (pipa besar) ditutup pelan-pelan (diputar searah jarum jam), setelah jarum jam manifold gauge menunjukan angka nol, valve section line harus tertutup rapat agar jarum tidak terus bergerak ke arah vacum, sebab akan mengakibatkan udara akan masuk tertampung pada outdoor unit. Hal ini akan mengganggu kelancaran sirkulasi refrigeran (mengurangi kapasitas pendinginan).

e. Apabila valve section line sudah tertutup rapat, AC unit harus dimatikan secepat mungkin untuk mencegah kerusakan pada kompressor.

f. Lepas sumber listrik yang terhubung ke unit indoor maupun outdoor, kemudian sambungan pipa-pipa dapat dilepaskan.

2. Procedure Pemasangan Kembali dan Purging :

     Pemasangan indoor unit harus berhati-hati terutama terminationnya, karena akan fatal dan AC tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Penyambungan pipa-pipa penghubung harus hati-hati agar tidak terjadi kebocoran sehingga gas tidak terbuang.

v)) Purging adalah

mengosongkan udara yang ada pada pipa penghubung dan evaporator yang sering dilakukan dengan 2 cara :

§ Purging dengan vacuum pamp.

Dengan cara ini sangat baik karena dapat dipastikan bahwa udara yang ada dalam sistem benar-benar habis.

§ Proses purging, langkah kerja :

      a. Pasang selang manifold gauge pada service valve, kemudian buka valve pada manifold gauge.

      b. Selanjutya buka valve pada discharge line agar gas refrigeran masuk pada pipa penghubung untuk mendorong udara, baik yang di kedua pipa penghubung dan juga pada pipa evaporator, lalu di keluarkan lewat selang manifold warna kuning.

      c. Bila diperkirakan udara sudah habis terbuang keluar, valve manifold segera ditutup dan selanjutnya valve discharge line dan section line dibuka sampai full (putaran berlawanan dengan arah jarum jam).

       d. Setelah proses diatas sudah dilakukan. Air conditioner unit sudah siap untuk diaktifkan, lalu dimonitor tekanan pada refrigeran dengan manifold gauge (tekanan rendah) dan arus running selama 10 menit. NB : – tekanan refrigeran pada section line adalah 60-70 Psi. – untuk arus runningnya disesuaikan dengan nama plate yang ada pada AC.

3. Procedure Leak Testing

Periksa adanya kebocoran gas pada setiap sambungan-sambungan pipa. Pertama-tama periksa tekanan pada gauge manifold, bila tekanannya turun, berarti terjadi kebocoran yang cukup serius. Kebocoran gas dapat dideteksi dengan adanya suara yang ditimbulkan oleh keluarnya gas. Kebocoran yang kecil dapat dideteksi dengan menggunakan busa sabun dan amati keluarnya gelembung-gelembung pada tempat yang mengalami kebocoran. Bila perlu campur air sabun tersebut dengan gliserin untuk meningkatkan aksi gelembungnya. Lakukan pelacakan kebocoran ini dengan seksama secara menyeluruh baik menggunakan alat ataupun indera kita (mata dan telinga).

 

 

Ditulis dalam Refrigeration | Tag: AC, bisnisAC, jasa service AC, jenis kerusakan AC, Pengertian air conditioner, perusahaan AC, Refrigeration, teknik sistem pendingin, trouble shooting AC

TANYA JAWAB SERVICE AC

Posted: September 28, 2010 in Uncategorized

Pertanyaan dan Jawaban seputar perbaikan dan service AC :

 
 
1.
Mengapa AC tidak dingin?
2.
Mengapa air menetes dari AC (bocor)?
3.
Mengapa AC tidak hidup?
4.
Apa keuntungan dari service AC secara teratur?
5.
Seberapa sering service AC diperlukan?
6.
Dapatkah saya melakukan perawatan AC sendiri?
7.
Mengapa AC berisik?
8.
Mengapa AC mengeluarkan bau tidak sedap?
9.
Mengapa AC memerlukan chemical cleaning/overhaul?
10.
Mengapa evaporator/fancoil perlu dibongkar pada saaat chemical
  cleaning/overhaul, apakah tidak cukup dengan disemprot air saja?
11.
Apa yang harus saya ketahui dalam memilih jasa service AC?
12.
Apa yang harus dilakukan jika timbul masalah kebocoran refrigerant
  (freon)?
13.
Apakah keunggulan filter pemurni udara dan seberapa sering kita harus
  menggantinya?
14.
Perlukah saya melakukan perawatan kondensor (outdoor)? Jika ya,
  seberapa sering?
15.
Mengapa terbentuk es batu pada pipa tembaga di kondensor (outdoor)?
16.
Mengapa AC sering menyala dan mati sendiri?
 
 

 

1. Mengapa AC tidak dingin?

Air conditioner pada dasarnya terdiri dari 2 bagian; evaporator (indoor) dan kondensor (outdoor). Evaporator berperan sebagai blower untuk menghembuskan udara dingin yang dihasilkan kondensor. Jika tidak ada udara dingin yang keluar dari evaporator maka kondensor mungkin tidak bekerja. Kemungkinan lain adalah:

Unit AC terlalu kecil
Refrigerant (R22) gas (Freon) mungkin sudah habis
Kondensor kotor yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam menghasilkan udara
  dingin
Pengaturan suhu yang terlalu tinggi
Evaporator kotor yang mengakibatkan lemahnya hembusan udara dingin
Penempatan AC yang salah

 

2. Mengapa air menetes dari AC (bocor)?

Pada unit AC biasanya terdapat air kondensat didalam evaporator dan dilepaskan melalui pipa drainase/saluran pembuangan. Saluran pembuangan yang tersumbat oleh kotoran akan menyebabkan kebocoran. Kemungkinan lain adalah refrigerant terlalu sedikit, atau bisa juga disebabkan oleh pemasangan pipa pembuangan yang tidak benar.

 

3. Mengapa AC tidak hidup?

Salah satu sebab yang umum adalah tidak adanya aliran listrik ke unit AC. Lakukan pemeriksaan pada panel listrik untuk memastikan bahwa aliran listrik ke AC tidak terpotong. Teknisi yang berpengalaman dibutuhkan untuk mengatasi masalah kelistrikan ini.

 

4. Apa keuntungan dari service AC secara teratur?

Service AC secara rutin akan memberikan manfaat:

Kapasitas pendinginan oleh AC menjadi lebih baik
Konsumsi listrik lebih hemat
Meminimalisir masalah kebocoran air
AC tidak mudah rusak sehingga tidak sering memerlukan perbaikan
Masa pakai AC menjadi lebih lama

 

5. Seberapa sering service AC diperlukan?

Secara umum disarankan untuk AC rumah tinggal diperiksa dan dirawat setiap 3 bulan sekali. Frekuensi ini dapat berbeda-beda tergantung pada cara pemakaian dan faktor-faktor lain. Anda dapat meminta saran/konsultasi pada teknisi yang berpengalaman.

 

6. Dapatkah saya melakukan perawatan AC sendiri?

Perawatan dasar yang disarankan adalah membersihkan filter udara dan panel AC setiap dua minggu sekali. Hal ini cukup membantu menjaga AC tetap berfungsi baik.

 

7. Mengapa AC berisik?

Suara berisik dapat disebabkan oleh:
a. Getaran yang diakibatkan oleh evaporator maupun kondensor yang sudah kotor
b. Komponen-komponen didalam unit AC mungkin kendor
c. Komponen-komponen didalam unit AC mungkin sudah rusak

 

8. Mengapa AC mengeluarkan bau tidak sedap?
Bau tidak sedap timbul dari bakteri yang terbentuk didalam evaporator yang sudah kotor. Jika bau tersebut sudah sangat menyengat, Anda membutuhkan chemical treatment untuk mengatasi masalah ini.

 

9. Mengapa AC memerlukan chemical cleaning/overhaul?
Chemical cleaning/overhaul merupakan cara yang menyeluruh dalam membersihkan unit AC. Ketika sebuah AC sudah tersumbat parah dan service ringan tidak dapat memperbaiki kondisinya, maka chemical cleaning diperlukan. Pada saat overhaul, unit AC dibongkar bagian demi bagian dan dibersihkan secara kimiawi.

 

10. Mengapa evaporator/fancoil perlu dibongkar pada saat chemical cleaning?
Dengan membongkar evaporator, komponen-komponennya dapat dibersihkan seluruhnya. Hal ini akan membuat AC lebih bersih dari kotoran dan residu kimia yang dapat mengakibatkan karat pada evaporator.

 

11. Apa yang harus saya ketahui dalam memilih jasa service AC?

Ketika memilih perusahaan penyedia jasa service AC, Anda harus memastikan bahwa perusahaan tersebut cukup mapan dan dapat diandalkan. Ketahui profil perusahaan tersebut dan garansi atas jasa yang diberikan.

 

12. Apakah yang harus dilakukan jika timbul masalah kebocoran refrigerant / freon ?

Jika AC Anda memiliki masalah kebocoran Freon, menambahkan Freon bukan merupakan sebuah solusi. Teknisi yang terlatih dan berpengalaman seharusnya melakukan test untuk mengetahui letak kebocoran dan memperbaikinya. Setelah perbaikan selesai, Freon dalam jumlah yang tepat perlu ditambahkan kedalam unit Ac untuk mengganti Freon yang bocor.

 

13. Apakah kelebihan filter pemurni udara dan seberapa sering kita harus meng- ……gantinya?
Saat ini kebanyakan AC keluaran baru sudah dilengkapi dengan Air Purifying Filter (filter pemurni udara). Pemurni udara ini berfungsi untuk menghilangkan bau tidak sedap, bakteri, jamur dan partikel-partikel berbahaya yang tersebar di ruangan. Filter pemurni udara ini sebaiknya diganti setiap 3 – 6 bulan. Indikator bahwa filter sudah perlu diganti biasanya dari warna filter yang pada saat masih baru berwarna putih dan pada saat sudah kotor berwarna coklat gelap atau hitam. Filter pemurni udara yang sudah kotor tetapi tidak diganti akan menyebabkan kemampuan pendinginan oleh AC berkurang.

 

14. Perlukah saya melakukan perawatan kondensor (outdoor)?
Anda memerlukan perawatan kondensor (outdoor) paling tidak sekali setahun untuk memastikan sirkulasi udara didalam sistem AC tidak terhambat karena hal ini dapat menyebabkan inefisiensi pendinginan, umur pakai compressor AC yang pendek dan pemborosan listrik. Untuk mengetahui apakah sudah perlu melakukan perawatan kondensor ini, lakukan konsultasi dengan teknisi yang sudah berpengalaman.

 

15. Mengapa terbentuk es batu pada pipa tembaga di kondensor (outdoor)?
Terbentuknya es batu pada pipa kondensor disebabkan kurangnya refrigerant (freon). Kemungkinan sebab lain adalah evaporator yang sudah kotor, filter kotor, atau blower tidak berfungsi.

 

16. Mengapa AC sering menyala dan mati sendiri?

Adanya kerusakan komponen elektronik (electronic circuit board) didalam unit indoor yang berfungsi mengatur jalannya evaporatordapat mengakibatkan AC sering menyala dan mati sendiri. Masalah dapat diatasi dengan melakukan perbaikan dan penggantian komponen.

 

PENTING:

Pengisian refrigerant atau Freon AC hanya diperlukan untuk mengganti volume Freon yang hilang akibat kebocoran. Selama unit AC tidak mengalami kebocoran, Anda tidak akan perlu untuk mengisi refrigerant/Freon pada saat melakukan service AC.

Menentukan jenis AC.

Posted: Februari 27, 2010 in Uncategorized

Pada dasarnya pemilihan jenis AC sangat tergantung pada kondisi ruangan. Jika memang memungkinkan, saat ini konsumen lebih memilih jenis split, karena bagian “ruang dalam” (diistilahkan- indoor) dan “ruang luar” (outdoor) terpisah, bahkan keduanya bisa diletakkan saling berjauhan. Berbeda dengan jenis window dimana posisi indoor dan outdoor bersatu dalam dua sisi berlawanan. Sedangkan jenis cassette membutuhkan pemasangan lebih repot. Pemisahan indoor dan outdoor berdampak kepada suara yang dihasilkan saat pendingin bekerja. Jenis split relatif lebih lembut dibandingkan dengan window. Jenis semacam ini cocok ditempatkan di ruang yang membutuhkan ketenangan, seperti ruang tidur, ruang kerja, atau perpustakaan. Split kadang juga dipasang sebagai AC tambahan bila distribusi udara di sebuah ruangan tidak maksimal. Namun ada kondisi ruangan atau bangunan tertentu yang hanya memungkinkan memasang AC jenis window. Seperti ruangan pada ketinggian lebih dari sepuluh lantai seperti di rumah-rumah susun. Atau pada kondisi tidak mungkin menempatkan bagian outdoor karena sempitnya lahan yang tersedia. Dari segi keamanan, window juga relatif sulit dicuri karena bentuknya yang besar dan ukurannya tidak ringan. Dari segi merek, kini di pasaran tersedia puluhan merek AC, mulai dari yang sering beriklan di televisi sampai yang nyaris tak pernah terdengar namanya. Wajar jika konsumen akan bingung saat memilih. Soal harga juga sangat bervariasi, yaitu dimulai Rp 2 juta – Rp 10 juta tergantung kepada kapasitas dan fasilitasnya. Belakangan beberapa merek pendingin asal Cina mulai membanjiri pasar dengan harga lebih miring. Mana yang sebaiknya dipilih? Semuanya tentu kembali kepada kemampuan kantong konsumen. Jika ingin membeli yang berkualitas baik, tentu harus merogoh kocek lebih dalam. Namun pendingin yang baik tidak selalu berasal dari merek yang sudah tertancap di benak banyak orang. Yang perlu juga diperhatikan konsumen adalah fasilitas yang tersedia dari sebuah produk agar memudahkan dalam pemakaian. Pada AC jenis split maupun window, yang umum harus tersedia pengatur jarak jauh (remote control) dengan fungsi pengatur suhu, arah hembusan angin, dan pengukur waktu otomatis. Produk-produk terbaru sekarang bahkan mempunyai puluhan fitur pada pengatur jarak jauhnya dengan kapasitas pendinginan yang makin besar namun hemat listrik. Hal lain yang tak kalah penting dalam menentukan jenis AC yang akan dibeli adalah Daya Listrik. Fasilitas lainnya yang belakangan banyak diusung oleh produsen AC dan bisa juga menjadi pertimbangan kita dalam membeli AC adalah kemampuan menyediakan penyuplai oksigen ke dalam ruangan, kemampuan menyerap partikel-partikel kecil seperti debu, asap rokok, dan bau tak sedap, kemampuan mengurangi kelembaban. Bahkan untuk semakin mempercantik penampilan, beberapa produk kini juga menawarkan pendingin yang bisa disesuaikan dengan interior rumah. AC tidak melulu berwarna putih, tapi juga dalam aneka pilihan warna seperti biru, metalik, atau kayu. Perawatan AC Agar AC bekerja maksimal, pemakai harus memperhatikan kondisi ruangan. Ruangan harus selalu tertutup rapat agar pendinginannya maksimal dan suhunya bisa sesuai dengan pengatur temperatur. Namun karena udara tidak sering berganti, harus diperhatikan pula masalah kualitasnya. Udara yang kotor karena asap rokok, masakan, atau zat-zat lain, justru akan merugikan orang-orang yang berada dalam ruangan. Sementara kerja AC tetap aman-aman saja. Salah satu kelalaian pemakai yang cukup sering terjadi adalah masalah perawatan. Padahal karena selalu dinyalakan rutin dan menyerap udara sekeliling, bagian indoor kerap menjadi tempat bertumpuknya debu. Jumlah debu atau kotoran lain akan semakin bertambah jika aktivitas di ruangan itu juga semakin banyak. Apalagi jika ruangan dipakai untuk kegiatan yang berhubungan dengan uap bahan-bahan kimia, seperti di tempat rias kamar atau salon yang banyak menggunakan hair spray. Pemakai bisa merawat sendiri dengan membersihkan filter udara – terletak di bagian indoor – sesering mungkin. Mungkin bisa dijadwalkan bersamaan dengan saat membersihkan rumah pada akhir pekan, karena kita tidak tahu kapan debu akan menumpuk. Pembersihan lain yang perlu dilakukan adalah pada evaporator, yaitu jalur angin masuk. Sedangkan pembersihan kondensor di bagian outdoor bisa dijadwalkan minimal tiga bulan sekali. Karena membutuhkan alat khusus dan ketelitian, dua pekerjaan ini hanya bisa dilakukan teknisi, segera panggil layanan purna jual ditempat anda membeli AC.Evaporator yang sangat kotor bisa membuat pendingin harus bekerja ekstra keras dan mengganggu proses kerjanya. Ujung-ujungnya AC bisa boros listrik dan udara yang dihembuskan tidak dingin lagi. Kalau sudah begini, dengan enteng orang akan menganalisis, “Kayaknya freonnya mesti diisi lagi nih.” Padahal yang dimaksud “freon” tak lainI refrigerant yang sebenarnya tak mungkin habis. Jikalaupun ada kebocoran pasti karena kerusakan pada komponen peralatannya. Kotor yang begitu parah biasanya ditandai dengan adanya tumpukan es di evaporator. Es terbentuk akibat sirkulasi udara yang tidak lancar, padahal refrigerant yang menghasilkan dingin terus bekerja. Karena minimnya beban akibat sedikitnya udara masuk, temperaturnya bisa mencapai -10oC hingga menyerap dan membekukan uap air dari udara sekitar. Produk-produk AC terbaru biasanya tersedia termostat yang antara lain mencegah pembentukan es. , membuat AC bisa awet hingga bertahun-tahun. Kalau AC rewel terus, ruangan akan kembali terasa panas. Panas suhunya, panas hatinya…

Belakangan ini mungkin kita sering mendengar mengenai teknologi inverter (inverter technology) yang ada di dalam pendingin ruangan (AC) model terbaru tapi mungkin kita masih bertanya apa sih kehebatannya??

Seperti diketahui bahwa AC adalah salah satu “penyumbang” tagihan PLN karena itu memang kita harus lebih teliti dalam membeli AC.

Teknologi Inverter adalah teknologi yang terintegrasi di dalam unit outdoor yang ada di AC dimana dengan menggunakan teknologi Inverter, ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan:

- Waktu yang lebih cepat untuk mencapai suhu ruangan yang kita inginkan

- “Tarikan” pertama pada listrik 1/3 lebih rendah dibandingkan AC yang tidak menggunakan teknologi inverter.

- Lebih hemat energi dan uang karena teknologi ini menggunakan sumber daya yang 30% lebih kecil dibandingkan AC biasa.

- Dapat menghindari beban yang berlebihan pada saat AC dijalankan

- Fluktuasi temperatur hampir tidak terjadi (lihat gambar)

Masih bingung mengenai cara kerjanya?? Gampang kok. . . . .

Bila anda menggunakan AC yang tidak mempunyai teknologi inverter, pada saat anda menyalakan dan men-set suhu ruangan 25 derajat maka AC akan bekerja “sangat keras” sampai ke posisi maksimal untuk segera mencapai suhu tersebut dan setelah tercapai, otomatis AC akan berhenti bekerja dan kemudian akan bekerja lagi bila suhu ruangan mulai meningkat dan begitu seterusnya. Dalam hal ini otomatis, daya listrik yang digunakan sangat berfluktuasi sehingga dapat dikatakan suatu hal pemborosan.

Sedangkan pada AC dengan teknologi inverter, suhu ruangan yang telah di-set dapat dijaga suhunya sehingga kerja unit outdoor tidak berat dan pada akhirnya dengan fluktuasi suhu yang kecil (hampir dikatakan NOL), otomatis akan lebih menghemat listrik.

Tetapi teknologi yang canggih dan dapat menghemat tagihan PLN ini harus anda bayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan AC yang belum menggunakan teknologi inverter.

www. otakku.com

Hidup di kota besar pasti tidak bisa lepas dari pendingin ruangan (AC) yang membuat orang merasa sedikit nyaman karena udara di luar yang sangat panas. Tapi penggunaan pendingin ruangan secara terus menerus ternyata bisa berbahaya.

Bekerja seharian di ruang yang menggunakan pendingin ruangan saat ini sudah seperti kewajiban sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan semakin panasnya suhu udara yang diakibatkan oleh pemanasan global. Padahal penggunaan pendingin ruangan juga salah satu penyebab terjadinya pemanasan global karena menipisnya lapisan ozon.

Para pekerja yang bekerja di dalam ruangan tertutup lebih terpapar oleh polutan yang berada di dalam ruangan. Polutan tersebut berasal dari penggunaan bahan bangunan sintetis yang terus meningkat serta bisa juga berasal dari perawatan pribadi orang tersebut dan produk-produk rumah tangga lainnya yang mengandung berbagai macam zat kimia.

Pada gedung tertutup yang menggunakan pendingin udara, maka sirkulasi udaranya hanya berputar disekitar tempat yang itu-itu saja dan ditambah adanya polutan pada udara yang sama. Hal ini bisa memicu timbulnya Sick Building Syndrome. Sindrom ini bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan serta dapat memperburuk penderita penyakit asma dan alergi akibat udara yang kotor.

Gejala yang ditimbulkan dari sindrom ini adalah sakit kepala, pusing, sinus dengan hidung tersumbat, gatal-gatal, mata mudah merah dan berair, gatal tenggorokan, mual, lesu dan sulit untuk berkonsentrasi. Jika tidak segera ditangani maka bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius. Selain itu penggunaan pendingin ruangan yang terus menerus bisa membuat kulit menjadi kering dan tubuh kehilangan cairan.

Beberapa hal yang harus diingat jika menggunakan pendingin ruangan yang terus menerus, seperti dikutip dari Health24, Selasa (8/9/2009):

1. Rajin memeriksakan kebersihan dari pendingin ruangan seperti mengecek kadar freon secara teratur.
2. Gunakan sistem filtrasi yang bisa menghilangkan beberapa polutan, sehingga mengurangi efek yang tidak bagus bagi pemakainya.
3. Konsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi.
4. Jika memiliki masalah kesehatan serius yang berhubungan dengan pendingin ruangan, segera diobati dan cari tahu apa penyebabnya.
5. Untuk itu rawatlah pendingin ruangan dengan baik, supaya tidak menimbulkan masalah bagi pemakainya. Serta berhematlah dalam penggunaanya agar lapisan ozon tidak semakin menipis sehingga memperlambat terjadinya pemanasan global.

PELAJARI DULU SEBELUM PASANG AC.

Posted: Januari 10, 2010 in Uncategorized

           Cara menghitung Pk (1/2Pk,1PK,dsb) untuk ruangan.  

                    AC sebagai alat penyejuk ruangan sudah umum digunakan saat ini. Cuaca yang panas di daerah kota serta sulitnya membuat ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, membuat kebanyakan orang tidak nyaman bila berada dalam ruangan yang tidak ber-AC. Tetapi, menggunakan AC memang dapat membuat tagihan listrik membengkak. Sebagai masukan bagi anda untuk memilih AC,berikut saya akan menjelaskan tentang cara kerja AC dan tips dalam menggunakan AC.

Istilah umum yang ada bila kita membahas AC adalah PK. Mungkin pengertian PK sendiri masih belum diketahui bagi banyak orang. PK merupakan singkatan dari Paard Kracht (Daya Kuda). Ini adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan BTU/h (British Thermal Unit per hour). BTU inilah yang menentukan tingkat kesejukan udara yang dihasilkan. Memang, untuk menghasilkan BTU yang besar memerlukan PK yang besar pula. Itulah sebabnya tingkat dingin yang dihasilkan oleh AC sering ditentukan berdasarkan PK nya.

Bagaimana menentukan PK yang sesuai bagi ruangan kita? Untuk menjawabnya, kita dapat menggunakan rumus berikut:

[Panjang Ruangan (m) x Lebar Ruangan (m) x Tinggi Ruangan/3 (m)] x 500

Lalu cocokkan dengan pembagian berikut:
AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Ruangan kamar berukuran panjang 5 m, lebar 3 dan tinggi standar 3 m. Maka hasil perkaliannya menjadi
[5 x 3 x 3]/3 x 500 = 7500. Maka setelah dicocokkan dengan spoiler diatas, angka tersebut berada diantara 7000 dan 9000, jadi dapat digunakan AC dengan ¾ PK atau 1 PK.

Sebagai saran, sebaiknya digunakan AC berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat menyesuaikan dengan ukuran ruangan.

Agar AC memberikan hasil yang maksimal dalam menyediakan udara yang segar berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

1.Sesuaikan ukuran ruangan dengan kapasitas AC.
2.Jangan diletakkan tepat di depan pintu, karena udara akan lebih mudah keluar ke ruangan lain.
3.Jangan letakkan AC terlalu dekat dengan atap. AC mengambil udara dari atas, maka bila terlalu dekat dengan plafon, ruang yang sempit menyebabkan udara yang masuk tidak maksimal.
4.Cuci filter AC 1 bulan sekali.
5.Lakukan pencucian evaporator  3 bulan sekali.     

Sekarang anda sudah tau cara menentukan berapa pk AC yg akan di pasang di suatu ruangan.

Service AC panggilan melayani service AC di wilayah Jakarta dan sekitarnya.Untuk biaya Service AC hanya 30rb,isi freon 80rb, Bongkar pasang 250.rb, pemasangan AC bekas 1.400rb(harga bisa nego) dll.Ditangani oleh tenaga ahli dan berpengalaman serta bergaransi.untuk info yang lebih jelas lagi,silahkan Hub kami di almt.ABADI MULTI TEKNIK Jl.raya ciputat no 2 pondok pinang jaksel.No tlp.02196467176/087882040227/088210013607.Kami melayani Jasa Maintenance, Repair, service, Instalasi, Ganti Kompressor, Isi Freon, dll. Kami juga melayani Service AC kontrak maupun non kontrak untuk Kantor, Pabrik, Instansi, Perumahan,Mall dll. Jasa kami meliputi service Ac Cassette, central, Ceilling, Floor,alat rumah tangga (mesin cuci,dispenser dll).Kami jamin anda puas dengan hasil jasa kami.